Doula - Sosok Pendamping Ibu Menuju Hari Kelahiran

Published : 2019-11-08 16:44:16
Categories : Default

Pada saat ini peran Doula banyak di butuhkan bagi segelintir ibu hamil yang membutuhkan jasanya pada masa kehamilan juga pada masa kelahiran. Nama doula memang belum terlalu terkenal seperti Bidan- namun tahukah Bunda? Doula juga memiliki peran yang penting seperti Bidan bagi Ibu dan Ayah saat mendampingi saat proses melahirkan.

Doula adalah pendamping persalinan bersertifikat

Kata ‘doula’ dalam bahasa Yunani berarti seorang pembantu wanita. Maksudnya, doula berperan khusus untuk mendampingi para calon ibu dan memberikan dukungan dari segi emosional, fisik, sekaligus juga edukasi pada pasangan suami-istri untuk menyambut kelahiran bayi.

Doula mendampingi ibu dari semenjak kehamilan, selama melahirkan, hingga setelah melahirkan. Tujuan adanya doula adalah untuk membantu para wanita hamil melalui pengalaman melahirkan yang lancar, nyaman, dan minim rasa sakit.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat kehadiran doula selama persalinan. Sebuah ulasan terbaru dari Cochrane Review, Continuous Support for Women During Childbirth menunjukkan bahwa jumlah laporan pengalaman melahirkan positif (nyaman dan minim rasa sakit) cenderung meningkat berkat adanya dampingan doula di ruang persalinan.

Kehadiran doula mampu menurunkan risiko melahirkan caesar hingga sebesar 50 persen, mempersingkat waktu persalinan hingga sebesar 25 persen, mengurangi penggunaan induksi (baik dengan obat atau alat seperti forcep) hingga sebesar 40 persen, hingga mengurangi permintaan epidural sebesar 60 persen.

Itu sebabnya tidak sembarangan orang bisa menjadi doula. Doula adalah asisten pribadi profesional yang bersertifikat, karena telah terlebih dulu menjalani pendidikan dan pelatihan formal seputar kehamilan dan melahirkan.

Sumber : hellosehat.com

Ada dua jenis doula, yakni birth doula yang bertugas mendampingi ibu hamil mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan, hingga membantu kelahiran si jabang bayi.

Yang kedua adalah postpartum doula, tugasnya ialah membantu ibu baru untuk menyesuaikan diri dalam tanggung jawabnya sebagai orangtua.

Apa peran dan fungsi Doula?

Birth doula memiliki tugas untuk membimbing dan mendampingi ibu selama proses kelahiran, dia bisa menjadi penyambung lidah antara dokter dengan ibu yang akan melahirkan. Doula ini membantu si ibu berkomunikasi dengan dokter atau bidan, mengenai keinginan sang ibu.

Doula akan menjadi orang terdekat ibu yang membimbing, memberikan informasi seputar kehamilan dan bayi. Berbeda dengan bidan atau dokter, doula tidak hanya memberikan pendampingan medis, namun juga memberikan pendampingan emosional sehingga ibu hamil siap menghadapi orangtua.

Postpartum doulamemiliki sesialisasi khusus untuk membantu pemulihan ibu setelah melahirkan. Dia akan membimbing bagamana cara yang baik untuk menyusui dan mengurus bayi.

Berbeda dengan pengasuh atau babysitter,tugas doula tidak hanya berpusat pada kesejahteraan bayi, namun juga kesehatan mental dan fisik orangtua si bayi, juga kemandirian keluarga.

Postpartum doulajuga biasanya dibekali dengan pelatihan untuk membantu itu mengatasi trauma pasca melahirkan. Doula akan menjadi orang kepercayaan ibu selama ia berjuang mengatasi 

Apa bedanya doula dan bidan?

Dari definisinya, peran bidan dan doula tampak sebelas-dua belas. Keduanya memang sama-sama membantu wanita melewati persalinan, tapi memiliki fungsi yang berbeda. Kebanyakan bidan bisa berfungsi sebagai pengganti dokter untuk membantu ibu melahirkan. Pasalnya, bidan dibekali dengan pendidikan kebidanan resmi dan memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik tersebut. Bidan juga dapat menjalanikan tes dan pemeriksaan fisik selama kehamilan, meresepkan vitamin hamil, hingga memonitor ibu dan bayi selama persalinan dan kelahiran (misalnya memeriksa suhu tubuh atau tekanan darah, melakukan pemeriksaan vaginal dan lainnya).

Sementara itu, doula tidak mendapatkan pelatihan secara medis — mereka tidak melahirkan bayi, menggantikan dokter atau bidan, atau berperan sebagai perawat. Doula juga tidak dapat melakukan pemeriksaan fisik dan/atau meresepkan obat.

Peran doula adalah sebatas sebagai “teman” calon ibu — untuk bersantai, menenangkan, dan membimbingnya melewati segala macam proses bersalin.

Sudah ada dokter dan suami, perlukah persalinan juga didampingi oleh doula?

Meski sama-sama berperan sebagai pendamping persalinan, peran suami tetap tidak dapat digantikan oleh doula. Pasalnya, doula hanya bersifat melengkapi kenyamanan yang memang sudah dilakukan oleh suami. Doula justru akan mendorong suami untuk mendukung istrinya secara emosional dan memberikan kenyamanan melalui teknik pijatan dan afirmasi tertentu.

Doula pun tidak akan mengganggu kerja dokter selama proses persalinan. Ketika dokter menangani persalinan, doula akan terus memberikan motivasi kepada calon ibu untuk tetap tenang dan mengendalikan napasnya secara teratur selama proses persalinan.

Jadi, perlu atau tidaknya doula adalah Anda yang menentukan. Pertimbangkan matang-matang dengan suami apakah memang Anda membutuhkan doula atau tidak.

Tips memilih Doula 

Adanya kondisi tertentu terkadang membuat ibu hamil membutuhkan bantuan seorang doula. Alhasil, Anda pun meminta rekomendasi dari dokter kandungan, saudara, ataupun teman yang sebelumnya sudah pernah menggunakan jasa doula.

berikut sebelum memutuskan untuk mempekerjakan doula:

Sesuai kebutuhan

Doula terdiri atas dua jenis, yakni birth doula dan postpartum doula. Nah, bila membutuhkan bantuan nonmedis dari seseorang yang bisa menyemangati, memberikan edukasi dan perhatian ekstra sebelum melahirkan, berarti yang Anda perlukan adalah birth doula.

Sementara itu, bila Anda ingin bantuan nonmedis usai persalinan berlangsung, terutama edukasi seputar merawat bayi baru lahir, menyusui, dan lain sebagainya, berarti yang Anda butuhkan adalah postpartum doula.

Berasal dari perusahaan atau yayasan tepercaya

Doula yang berasal dari yayasan atau perusahaan tepercaya umumnya memiliki keterampilan yang lebih. Selain itu, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda pun lebih mudah meminta pertanggungjawaban dan memprosesnya secara hukum, karena doula tersebut berasal dari perusahaan yang profesional.

Jika seandainya kondisi perusahaan atau yayasan bukan menjadi prioritas, dikutip dari WebMD, setidaknya cari tahulah terlebih dahulu reputasi dan pengalaman dari doula yang hendak Anda pekerjakan. Dengan begitu, Anda bisa menilai kelayakakan doula tersebut dengan kebutuhan yang ingin dipenuhi.

Chemistry atau kecocokan

Sebelum menjatuhkan pilihan, Anda tentu akan menemui beberapa doula untuk berkenalan dan bertukar pengalaman. Anda dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai waktu untuk menilai chemistry atau kecocokan. Sebab, akan percuma bila doula tersebut memiliki pengalaman segudang tetapi Anda tidak merasa nyaman dan akrab saat berinteraksi dengannya.

Ingatlah bahwa doula adalah orang yang akan sepanjang waktu bersama Anda. Doula juga yang akan memberikan dukungan psikis maupun mental pada diri Anda selama atau setelah kehamilan. Jika dari interaksi sederhana saja sudah tidak “klik”, pasti akan sulit untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan doula tersebut.

Mengerti keadaan

Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, meski doula tidak memiliki kemampuan dan wewenang terhadap segala tindakan medis terkait kehamilan dan setelah kelahiran, tetapi setidaknya ia mesti tahu tanda-tanda kegawatan yang mesti segera dirujuk ke rumah sakit.

“Ya, jadi kepeduliannya bukan sekadar memberi semangat dan meringankan kecemasan. Ada baiknya bila doula itu juga mengerti tanda-tanda kegawatan pada ibu hamil atau ibu yang baru selesai melahirkan. Kalau hanya sekadar perhatian tanpa mengetahui gejala apa-apa, hal itu bisa merugikan si ibu,” jelas dr. Fiona.

Pengertian dari keluarga

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah pengertian dari pasangan, orang tua, atau pihak keluarga lainnya. Pasalnya, tak sedikit pihak keluarga yang merasa tidak dianggap atau tidak berguna ketika Anda memutuskan untuk menyewa jasa doula.

Semisal Anda sudah bertekad bulat untuk memanfaatkan jasa doula, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu hal tersebut kepada pihak keluarga. Berikan mereka pengertian bahwa Anda memang membutuhkan orang selain keluarga untuk membantu segala kebutuhan kala hamil atau setelahnya. Tetapi ingat untuk tidak bersikap menghakimi seakan-akan mereka tidak berguna, sehingga Anda membutuhkan orang lain.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3622964/cara-cermat-memilih-doula-yang-tepat

Share this content